Sedekah Laut Ala Nelayan Tuban

Jumat, 26 Desember 2014


Tuban. Masyarakat nalayan di Kelurahan Karangsari, Kec/Kab Tuban, Jawa Timur, Rabu (01/10/2014) menggelar tradisi tahunan sedah laut sebagai wujud syukur kepada sang pencipta agar terhindar dari marabahaya disaat aktifitas melaut.

Tradisi itu digelar oleh para nelayan dengan cara melakukan ritual larung dan memasang kepala kerbau yang kemudian diganti dengan kepala sapi untuk dipasang di atas tonggak kayu dibibir pantai dengan menghadap ke laut. Kepala hewan itu sengaja dipasang untuk dijadikan tumbal agar penguasa laut tidak menggangu nelayan saat berlayar mencari ikan.

Sambil membakar kemeyan dan doa doa yang dipimpin sesepuh nelayan setempat, prosesi larung sesaji itu pun ramai diikuti ratusan nelayan seusai memasang tumbal. para nelayan itu kemudian berangkat ke tengah laut degan menggunakan perahunya masing masing, berbagai warna warni bendera pun indah menghiasi perahu untuk kepentingan prosesi tahunan sedekah laut itu. Arak arak’an perahu mengiringi prosesi larung juga banyak diikuti warga nelayan untuk melepaskan larung sesaji.

“larung sesaji ini terdiri dari makanan matang yang diracik dengan kembang kembang. Selain itu, juga kita berikan sepasang boneka laki laki dan perempuan, sebagai bentuk sukur manusia kepada sang pencipta. Yang kita lepas itu namanya bekakak istilahnya,” kata Muin, panitia larung.

Seusai melepaskan larung sesaji di tengah laut, warga nelayan pun juga menggelar acara hiburan dangdut di lokasi bibir pantai. Dangdut tersebut dianggap acara pelengkap untuk menghibur warga nelayan.

Sunaryo, S. pd selaku Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Perekonomian Kabupaten Tuban menceritakan, sesuai dengan catatan sejarah dinas pariwisata bahwa larung sesaji sedekah laut yang digelar warga nelayan kelurahan karangsari Tuban itu, sudah berlangsung sejak jaman nenek moyang. “catatan persis sejak kapan digelarnya sedekah laut larung sesaji itu tidak terdeteksi. Pokoknya ya jaman nenek moyang,” Katanya.

Namun, cerita Sunaryo, berjalannya waktu perubahan sedekah laut pun juga ada. Jika dulu digelar acara tradisi gelut pathol, maka sekarang ya diisi hiburan dangdut. “banyak tradisi yang terkikis, jika dulu dalam prosesi sedakah laut ada tradisi gelut pathol, maka tradisi itu pun terkikis dengan hiburan kontemporer seperti dangdutan. Yang masih kental itu pelepasan bekakak-nya,”lanjut Sunaryo. (Swf)

Sumber:- http://www.panturajatim.com/warta/sedekah-laut-ala-nelayan-tuban

0 komentar:

Posting Komentar

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.